Tags

, , , , , , , , ,

Bertahun-tahun orang mengenalnya sebagai ‘si jahat’. Lelaki gugup berwajah dingin dengan bibir yang selalu berlumur asap rokok. Ini adalah kalimat pembuka buku sejarah Aidit: Dua Wajah Dipa Nusantara. Baru terbaca satu halaman, penumpang bus di sebelah saya, seorang ibu, bertanya, “Sejarah ya mas?” Saya sempat was-was, jangan-jangan dia tipe orang yang terlalu paranoid dengan komunisme dan berniat menceramahi saya.

Ternyata tidak. Katanya saya mengingatkan dia kepada anaknya yang sekarang sedang kuliah jurusan sejarah di Universitas Indonesia. Berbincang panjang lebar soal sejarah dan pendidikan, Bu Ninik, nama ibu itu, berkata, “Indonesia ini ya mas, setiap kali mau bangkit, langsung diteken lagi, diadu domba lagi.” Saya terhenyak. Kalimatnya ini berkaitan dengan buku yang saya baca.

Para penggede PKI, yang kala itu membesarkan partainya menggunakan cara-cara jahat, akhirnya ditumpas dengan cara yang tak kalah licik. Selain menumbangkan partai, kelompok kepentingan dalam pemerintah dan militer, ternyata punya agenda lain, yakni merebut kekuasaan. Ratusan ribu nyawa melayang, tapi kita lupa, lalu sejarah terulang.

Ketika sampai di kantor, anehnya teman (sekaligus kepala divisi) saya membahas tema serupa. Dia bercerita soal taktik Inggris untuk menundukkan Kerajaan Mataram Islam pada awal abad ke-18. Mereka bersekutu dengan kerabat raja, lalu rakyat dihasut untuk menggulingkan Raja Mangkubumi. Ternyata trik hasut-menghasut ini sudah berlangsung sejak era raja-raja. Lalu kita lupa, dan sejarah terulang.

Orang Indonesia memang gemar membangun kubu. Para politisi tentu senang saja. Tinggal geser-geser bidak di papan catur, ramaikan tagar pemicu kebencian, maka suhu semakin hangat. Bagi orang-orang kecil, politik selalu tampak meriah, dengan sumpah-serapahnya, dengan tipu-dayanya. Tapi bagi politisi, kita hanyalah sederet statistik, berapa orang di kubu A, berapa korban di kerusuhan B. Lalu untuk apa unfriend saudara-saudara di dunia nyata, hanya demi idola kita di panggung sandiwara sana?

15338671_10208502815147935_8412117559960071603_n

Advertisements