Tags

, , , , , , ,

Cukup banyak yang saya alami selama tiga puluh tahun menjalani hidup. Dari serpihan-serpihan peristiwa itu, yang spektakuler dan yang banal, yang naik-turun dan yang linear, yang menguras tawa dan yang memeras kelenjar air mata, saya menyimpulkan sesuatu. Ternyata pengalaman membuat kita lebih jago mengantisipasi masa depan yang ditakuti banyak orang. Bahwa setiap adegan adalah mozaik yang belum terangkai, yang baru akan kita pahami maksudnya beberapa jam, tahun, atau dekade kemudian.

Tiga puluh tahun mengalami masa-masa kere dan jaya, saya tetap tenang waktu kemalingan. Entah kapan saya pasti dapat gantinya. Benar saja, hanya dalam hitungan bulan, rezeki seolah tak berhenti mengalir. Begitu pula ketika berkelimpahan, saya tahu pasti sebentar lagi kena musibah. Begitu seterusnya.

Tiga puluh tahun mengalami beberapa kali patah hati, membuat saya tak terpuruk ketika menghadapi pengkhianatan. Hanya perlu seminggu, sudah lupa sakitnya.

Tiga puluh tahun melayat ke kuburan orang-orang tercinta, dari orang lewat, sahabat sampai ibunda, membuat saya merasa lebih siap menghadapi kematian.

Tiga puluh tahun bertemu seribu satu macam manusia, dari yang pemarah, pemaaf, peragu, penentu, peratap, sampai pemimpi. Berinteraksi dengan pencopet, direktur, tukang gorengan, karyawan, sampai pengangguran membuat saya mudah memaklumi sifat aneh orang-orang, merangkul mereka yang terganggu mentalnya.

Tapi mau tiga puluh tahun atau seratus tahun mengalami hidup, ternyata ada saja anomali yang entah bagaimana tak mampu kita antisipasi. Jatuh cinta, misalnya. Kepada siapa, kapan, bagaimana, apa iya, dan harus apa, tak sedikit pun saya bisa tebak arahnya. Perpisahan, contoh lainnya. Karena apa, kapan, bagaimana, apa iya, dan harus apa, tak sedetik pun saya punya gambarannya.

Mungkin itu cara Sang Pencipta untuk membuat kita tidak sombong. Supaya tidak ada makhluk ciptaannya yang merasa paling hebat. Atau jangan-jangan memang tak semua kepingan mozaik bisa kita lihat hasil jadinya?

sistem-sintaks-peter-robinson-auckland

Foto: Karya instalasi Sistem Sintaks oleh Peter Robinson

Advertisements