Tags

, , , , , , , , , ,

Menuju udik berarti perjalanan kembali ke hulu sungai atau daerah pedalaman. Inilah asal mula kata mudik yang sering kita dengar pada masa libur lebaran atau natal. Sejak 2009 sampai sekarang, saya rutin melakukan ritual ini rata-rata empat kali dalam setahun. Moda transportasi yang saya gunakan hampir selalu kereta api jurusan Jakarta-Semarang. Tapi tidak tahun ini.

Saya bukan tipe pemburu tiket garis keras yang rela menunggu pemesanan online dibuka pada tengah malam, atau mengecek ketersediaan tiket setiap detik setiap hari. Alhasil, saya kehabisan tiket kereta Jakarta-Semarang. Untungnya ada strategi cadangan, yaitu mencari rute alternatif yang jarang diminati pemudik. Akhirnya saya mendapatkan tiket Jakarta-Cimahi, lalu disambung dengan kereta Cimahi-Semarang.

Ketika melewati daerah Cikubang, Jawa Barat, saya memandangi jalan tol dan rel kereta dengan takjub. Keduanya berada di jembatan dengan ketinggian sekitar 80 meter. Di bawahnya ada sungai, ngarai, sawah, dan tipografi lain yang tampak memikat jika dilihat dari atas.
IMG_8393b

Sampai di Cimahi, saya keluar dari stasiun dan sedikit menjelajahi kota kecil ini. Tidak bisa berkeliling terlalu jauh supaya tidak tertinggal kereta ke Semarang. Lagipula, sebagian besar tempat kuliner di sana tutup karena masih hari lebaran. Satu hal yang cukup unik dari Cimahi adalah banyaknya pusat pelatihan tentara dan bangunan militer di sini, yakni sekitar 60 persen dari seluruh wilayah kota. Itulah mengapa Cimahi dijuluki sebagai “Kota Hijau”, warna yang melambangkan institusi militer di Indonesia. IMG_8404b

Di Semarang, saya sempat mampir ke Lunpia Delight di Jalan Gajah Mada. Tempat ini dapat dijadikan alternatif jika Anda lebih suka makan lunpia dengan suasana restoran yang modern dan higienis. Namun jika ingin makan lunpia dengan nuansa tradisional, silakan datang ke warung lunpia Gang Lombok. Keduanya sama-sama dikelola oleh anggota Dinasti Lunpia yang melegenda di Semarang.
IMG_8444b

Sementara itu ketika melewati daerah Ungaran, saya makan siang di Gubuk Makan Mang Engking (GMME). Berbeda dengan GMME yang ada di Depok dan Yogyakarta, GMME Ungaran tidak memiliki danau yang bisa dijelajahi dengan sampan atau sepeda air. Namun uniknya, di sini kita bisa melihat 2 ekor harimau Siberia (Panthera tigris altaica) yang dipelihara dalam kandang. Kandangnya besar dan bersih, dengan kolam berair jernih tempat si harimau berkubang agar tidak kepanasan. Mungkin pengelola Kebun Binatang Ragunan atau Kebun Binatang Surabaya perlu studi banding ke Gubuk Makan Mang Engking ini.
IMG_8458b

Perjalanan mudik melewati jalur yang tidak biasa kita lalui ternyata memberikan pengalaman yang selalu baru dan berbeda. Jadi jangan khawatir kehabisan tiket, jangan takut berlama-lama di jalan. Mengapa harus buru-buru sampai, jika semua yang kita lalui lebih berwarna dari sekadar tujuan.

Advertisements