Tags

, , , , , , , , , , , , , ,

Rp 48.500 per bulan. Itulah harga yang dipatok oleh salah satu penyedia jasa pembuatan website. Tidak perlu pusing memikirkan desain web, SEO (Search Engine Optimization), atau cara mengoperasikannya karena semua sudah tersedia secara instan. Apalagi kalau mau mengambil paket Super Premium, bakal ada lebih banyak fasilitas dan kemudahan.

Dipadukan dengan pertumbuhan pengguna Internet di Indonesia yang sangat menggiurkan, tidak aneh jika sekarang ini dunia maya dibanjiri dengan situs-situs baru, termasuk portal berita online. Miliaran informasi lalu-lalang di layar komputer dan sabak digital. Mana fakta mana gosip semakin tak jelas. Nama-nama narasumber bertaburan, entah asli atau fiktif. Parahnya lagi, setiap kali membaca judul yang heboh, para netizen langsung tak sabar mengklik tombol share atau bagikan.

Lalu bagaimana cara membedakan portal berita terpercaya dengan yang abal-abal? Mungkin beberapa tip berikut ini bisa membantu.

Word on keyboard

  1. Cek kredibilitas situs
    Nama-nama besar seperti Kompas, Tempo, dan Detik tentu sudah dikenal, walaupun kita harus tetap kritis dengan akurasi beritanya. Namun jika menemukan berita menarik di situs yang baru kita dengar namanya, cek saja di Alexa.com. Alexa adalah situs terpercaya untuk menguji reputasi, popularitas, dan traffic situs di seluruh dunia. Kalau peringkatnya sangat rendah atau bahkan tidak masuk daftar, berarti perlu dicurigai.
  2. Perhatikan frekuensi update
    Portal berita abal-abal biasanya dikelola oleh perorangan atau tim kecil, sehingga frekuensi update beritanya tidak beraturan, bahkan jarang. Ini bisa dilihat dari tanggal mengunggah beritanya.
  3. Hitung jumlah kanal
    Situs berita yang terpercaya biasanya memiliki banyak sekali kanal atau kategori. Kompas dan Tempo misalnya, memiliki 14 kanal, belum termasuk subkanal di bawahnya. Portal abal-abal cenderung tidak terlalu banyak kanal karena tidak memiliki jumlah tenaga kerja yang memadai.
  4. Perhatikan kebahasaan
    Sumber daya manusia di kantor-kantor berita tentu merupakan tenaga terdidik, terutama dalam hal tata bahasa. Berita ngawur biasanya disajikan dengan ejaan dan tanda baca yang juga asal-asalan.
  5. Lihat kualitas isi
    Jurnalisme mengenal kode etik. Hal inilah yang tidak dikenal oleh para jurnalis abal-abal yang asal copy-paste dan menggoreng berita. Mereka biasanya memakai kosakata yang kasar, sistematika penulisan yang tidak runtut, dan melupakan konsep 5W 1H (What Who Where When Why How).

bad-internet-security

Ribet? Tidak juga. Semua langkah screening ini bisa dilakukan sembari kita membaca beritanya. Intinya hanya satu, sempatkan membaca isi, jangan cuma judul. Semua situs berlomba-lomba menarik viewers dengan judulnya. Bahkan portal berita besar pun mulai agak ‘nakal’ mengolah judulnya, apalagi yang abal-abal. Kalau ingin dunia maya tetap lebih banyak manfaatnya daripada mudaratnya, jangan malas membaca!

Advertisements