Tags

, , , , ,

IMG_6479

Satu Januari dua ribu lima belas, kereta yang saya naiki melewati daerah Kebumen. Sudah lepas senja, tapi Mentari di sana tak jua mau tenggelam. Malam beranjak gelisah. Ia menyuruh pasukan terbaiknya, Kumulonimbus, untuk menelan Mentari. Kumulonimbus hampir tak pernah gagal. Mereka punya senjata terbaik di semesta. Sebut saja badai, hujan es, petir, dan pusaran angin. Namun entah mengapa, tak ada amunisi yang tertumpah pada pertempuran kali ini. Mentari memecah dirinya menjadi jutaan partikel foton merah jingga, merasuk hingga ke jantung belasan pasukan Kumulonimbus. Tidak ada bencana, hanya keindahan yang terukir di langit Kebumen. Mungkin ini pertanda, 2015 akan tetap menjadi tahun yang riuh bagi Nusantara, tapi ujungnya, selalu keindahan.

Advertisements