Tags

, , , , , , , , , ,

Jika dilihat sekilas, Jakarta tidak memiliki banyak alternatif tempat berlibur selain mal dan kafe. Begitu pula dengan Monas, Ancol, dan Ragunan yang sudah terlalu sering dikunjungi oleh warga ibukota. Namun jika mau berkeliling dengan lebih jeli, Jakarta memiliki aneka pasar yang unik dan menawarkan pengalaman berbelanja yang tak terlupakan.

Pasar Gembrong

IMG_1214a

Pasar Gembrong adalah surga mainan yang berada di pinggir Jalan Basuki Rahmat, Jatinegara, Jakarta Timur. Di sini ada ratusan pedagang yang menjual aneka mainan, dari mainan mobil-mobilan, robot, boneka, hingga mainan edukatif seperti papan pintar untuk belajar membaca dan berhitung. Ada pula mainan yang menyasar segmen dewasa, seperti airsoft gun atau helikopter aeromodeling.

Para pengunjung mengaku senang berbelanja di sini karena harganya yang relatif murah dan bisa ditawar. Dari mainan seharga seribu hingga jutaan rupiah ada di sini. Tidak hanya mainannya, pasar ini juga menyediakan suku cadang mainan dan jasa reparasi mainan yang rusak. Jadi tidak aneh jika Pasar Gembrong selalu dipadati pengunjung, sejak buka pukul 08.30 sampai 19.00 WIB.

Rencananya, tahun ini pemerintah DKI akan menertibkan Pasar Gembrong agar lebih nyaman dikunjungi dan tidak menimbulkan kemacetan. Pedagang yang berada di jalanan dan tidak memiliki kios akan direlokasi ke Gedung Pasar Gembrong Cipinang Besar, masih di Jalan Basuki Rahmat. Dengan begitu, kegiatan belanja Anda bersama keluarga akan lebih nyaman.

IMG_1228a

Akses: Dari Stasiun Jatinegara atau Terminal Kampung Melayu, naik mikrolet 06A. Dari Stasiun Tebet, naik metromini S52. Dari Blok M naik bus Mayasari 57. Halte busway terdekat adalah Halte Pedati Prumpung.

Alternatif: Pusat mainan lainnya adalah di Pasar Asemka, Jalan Pintu Kecil, Asemka, Jakarta Utara.

Pasar Batu Aji

IMG_1253a

Di seberang Stasiun Jatinegara, ada sebuah gedung besar dengan aksen unik berwarna-warni. Dari luar, gedung ini tampak sepi dan tidak terlihat seperti mal pada umumnya. Namun jika masuk ke dalam, ribuan orang hilir-mudik untuk berburu batu alam yang sesuai dengan seleranya. Pasar batu aji ini bernama Jakarta Gem Center (JGC) yang terletak di Rawabening, Jatinegara.

Batu aji atau batu akik yang dijual di sini sangat beragam. Ada batu Safir, Bacan, Zamrud, atau Pirus. Pengunjungnya pun tidak hanya dari Jakarta, namun juga kota-kota lain di Indonesia. Bahkan ketenaran JGC telah sampai ke luar negeri, terbukti dari banyaknya turis dari Malaysia, Korea Selatan, dan Arab Saudi.

Batu alam yang cantik juga banyak diburu oleh kaum hawa. Para wanita biasanya mencari aksesoris unik, seperti cincin ala Syahrini dan kalung-kalung yang bertahtakan batu alam aneka warna. Anda harus pintar-pintar menawar agar mendapatkan batu aji dan asesoris dengan harga miring.

Bagi Anda yang menginginkan batuan dengan karakter yang khas, JGC juga menyediakan jasa pengolahan batu alam mentah. Sejumlah orang dengan peralatan khusus siap memotong dan membentuk batu sesuai dengan selera Anda sendiri.

Selain batu akik, JGC Rawabening juga menjual benda-benda eksotis yang dianggap memiliki unsur magis, seperti akar-akaran, keris, atau fosil berumur ratusan tahun. Keunikan inilah yang menjadi magnet bagi para penggila batu alam di Jakarta dan sekitarnya.

IMG_1259a

Akses: Dari Stasiun Jatinegara, berjalan kaki sekitar 10 meter. Dari Terminal Kampung Melayu naik mikrolet 06A. Halte busway terdekat adalah Halte Stasiun Jatinegara.

Alternatif: Batu aji juga banyak dijual di sepanjang trotoar di Jalan Jatinegara.

Pasar Hewan Jatinegara

IMG_1279a

Dari daerah Rawabening, kita bergeser sedikit ke arah Pasar Jatinegara. Di seberang kios-kios yang menjual perlengkapan hajatan, terdapat banyak kandang yang berisi bermacam-macam hewan. Itulah Pasar Hewan Jatinegara.

Pasar ini menjual aneka binatang peliharaan, dari yang sudah umum, hingga hewan-hewan eksotis. Ada hamster, kelinci, kucing, ikan, burung, musang, tokek, tupai, ular, landak mini, dan masih banyak lagi yang lainnya. Selain itu, di sini juga dijual hewan-hewan untuk terapi, seperti lintah dan undur-undur. Terdapat juga hewan kecil untuk pakan hewan lain, yaitu jangkrik, ulat, atau tikus kecil.

Harga binatang di sini cukup bervariasi dan relatif murah. Sementara khusus untuk hewan eksotis dan langka, harganya bisa mencapai jutaan rupiah. Hal ini dikarenakan penjualnya sudah menyiapkan sertifikat kepemilikan hewan tersebut. Dengan koleksi yang lengkap dan harga yang terjangkau, Pasar Hewan Jatinegara menjadi salah satu rujukan bagi para pencinta hewan di Jakarta.

Akses: Dari Stasiun Jatinegara, berjalan kaki sekitar 200 meter. Halte busway terdekat adalah Halte Pasar Jatinegara.

Alternatif: Pasar hewan lain di Jakarta yang terkenal adalah Pasar Burung Barito dan Pasar Burung Pramuka.

Pasar Ikan Hias Sumenep

IMG_1303a

Jika hendak bertamasya di daerah Taman Menteng, Anda akan melewati Jalan Sumenep. Jalan Sumenep ternyata juga memiliki taman yang asri yang dilengkapi aneka pilihan wisata kuliner. Tak hanya itu, di sepanjang jalan, terdapat deretan para pedagang ikan yang menjadi tempat favorit pencinta ikan hias di Jakarta.

Banyak pengunjung mengaku suka berbelanja di sini karena tempatnya bersih dan tertata rapi. Tidak ada pedagang yang berjualan di badan jalan. Kiosnya pun dipayungi deretan pepohonan besar sehingga tidak terasa panas saat berkeliling pasar untuk mencari ikan.

Pasar yang buka sejak pukul 8 pagi sampai 6 sore ini menjual aneka macam ikan hias, seperti koi, arwana, discuss, nemo, dan dory. Tak hanya ikan, di sini juga dijual aneka macam asesoris untuk kolam dan akuarium. Perlengkapan ini cocok bagi mereka yang memiliki hobi menghias akuarium atau aquascaping. Jadi tidak heran jika para pengunjung betah berlama-lama di sini untuk berburu ikan hias, sekaligus ‘rumah’ yang cantik untuk ikan-ikan tersebut.

Akses: Naik Trans Jakarta, turun di Halte Latuharhari, lalu berjalan sekitar 20 meter.

Alternatif: Pusat ikan hias lainnya adalah Pasar Ikan Hias Kartini di Jalan Kartini Raya, Gunung Sahari. Selain itu, Pusat Ikan Koi Hanggar Teras di Pancoran atau Pasar Ikan Dani Limas di Jalan Raden Inten.

[Dimuat di majalah Sinergi BNI]

Advertisements