Tags

, , , , , ,

Tampan Tailor
Saya memang agak skeptis ketika pertama membaca judulnya. Mungkin semacam drama romantis antara penjahit tampan yang miskin dengan wanita kaya. Jadi, sebelum tersesat, buru-buru saya baca sinopsisnya. Ternyata kisah perjuangan hidup ayah dan anak. Otomatis saya teringat film The Pursuit of Happyness, jangan-jangan mirip. Maka, sebelum tersesat lagi, saya menontonnya di bioskop. Dan saya salah besar.

Tampan Tailor yang katanya terinspirasi dari kisah nyata jauh melampaui ekspetasi saya yang skeptis duluan. Ceritanya, Vino G. Bastian berperan sebagai penjahit bernama Topan yang kehilangan istri, toko jahit, dan tempat tinggalnya. Istrinya mati karena kanker dan usahanya bangkrut. Akibatnya, Topan terpaksa hidup terlunta-lunta bersama anak laki-lakinya, Bintang (Jefan Nathanio).

Awalnya, sepupu Topan yang bernama Darman (Ringgo Agus Rahman) bisa membantu. Namun, kehidupan Darman yang tak kalah kacaunya tidak lagi bisa diandalkan. Topan kemudian bekerja serabutan, dari calo tiket kereta api, buruh bangunan, sampai stuntman. Seorang perempuan jutek bernama Prita (Marsha Timothy) merasa iba dan mencoba membantu mereka. Namun, masalah dan penderitaan masih juga datang bertubi-tubi, khas film drama kehidupan yang terus memancing penontonnya untuk menangis.

Sayangnya, banyak scene pemancing air mata yang masih klise dan tidak diimbangi dengan detail yang maksimal. Contohnya adegan hampir tertabrak kereta dan kembang api dadakan. Namun, ke-lebay-an ini mampu ditutup dengan plot berlapis yang terjalin rapi dan masuk akal.

Dari segi akting, Vino, Marsha, dan Jefan bermain cukup baik. Standing applause layak diberikan kepada akting pemeran pembantu, Ringgo Agus yang mampu menghidupkan suasana jalanan di film ini. Scoring dan musik sudah pas, terutama lagu Andai Aku Bisa dan Ya Sudahlah sebagai penutup.

Terlepas dari segala lubang pada detailnya, Guntur Soeharjanto telah membuat saya nonton film ini 2 kali di bioskop. Overall, keren!

Best quotes:
– “Monas tuh sejarah,Lubang Buaya sejarah! Oh MunirMunir tuh sejarah!” – Darman
– “Hidup ini bukan soal di atas atau di bawah, namun soal keyakinan dan cinta” – Topan

Moral: Anda boleh kehilangan segalanya, tapi Anda tidak boleh kehilangan harapan.

Advertisements