Tags

, , , , ,

Mulutmu, harimaumu. Istilah ini banyak diartikan sebagai ucapan yang jika tidak dijaga dapat berpotensi melukai perasaan orang lain. Kenyataannya, kata-kata negatif tidak hanya membahayakan orang lain, tapi juga berbahaya bagi diri sendiri. Kata-kata adalah cerminan pikiran, sementara pikiran akan menentukan apa yang akan terjadi pada masa depan.

Para tokoh, motivator, para orangtua, bahkan kitab suci selalu menyuruh kita untuk bertutur-kata yang baik. Tapi, banyak orang belum juga peduli akan kekuatan ucapan pada kehidupan mereka. Padahal, kata-kata positif sama kuatnya dengan kata-kata negatif. Kata-kata positif akan membuat pendengarnya optimis, semangat, percaya diri, inovatif, kreatif, bahagia, dan sejenisnya. Sebaliknya, kata-kata negatif dapat membuat pendengarnya pesimis, minder, frustrasi, patah hati, sedih, kecewa, merana, teraniaya, sampai akhirnya bunuh diri.

Teori ini bukan sekadar nasihat klise tentang baik-buruk, tapi telah dibuktikan juga melalui berbagai survei dan penelitian. Orang banyak mengenal film dan buku The Secret karangan Rhonda Byrne. Film ini mengangkat teori Law of Attraction atau Hukum Ketertarikan. Hukum ini menjelaskan bahwa apa saja yang kita katakan dan pikirkan pada masa sekarang selalu menjadi kenyataan pada masa depan, walaupun tidak sama persis. Teori ini dibuktikan lewat kesaksian sejumlah orang yang mengalami kejadian-kejadian “unik” dalam hidup mereka.

Selain itu, seorang peneliti dari Jepang, Masaru Emoto dalam bukunya “The Hidden Messages in Water” melakukan penelitian tentang air yang terlihat melalui kristal air. Dia meneliti foto kristal air dari banyak sumber. Ternyata, bentuk kristal antara satu tempat dengan lainnya berbeda-beda. Dia juga meneliti pengaruh kata terhadap nasi yang dimasukkan dalam toples. Toples pertama ditulisi kata terima kasih, sedangkan toples kedua ditulisi kata kamu bodoh. Hasilnya, toples yang ditulisi kata terima kasih tidak basi, sedangkan yang ditulisi kata kamu bodoh cepat basi bahkan warnanya menjadi kehitaman. Penelitian tersebut memang belum memiliki bukti yang otentik, tapi juga tidak ada penelitian yang mampu membuktikan hal sebaliknya.

Kata-kata memang hanya terdiri dari susunan abjad sederhana. Tapi, ia memiliki daya pengaruh yang sangat hebat dan bisa berdampak negatif jika tidak dirangkai secara bijaksana. Lihat saja cara penamaan badai di Amerika Serikat. Badai di sana selalu diberi nama yang indah, seperti badai Katrina, Maria, Nate, Ophelia, Philippe, Rita, Stan, Tammy, Vince, atau Wilma. Tujuannya, apalagi kalau bukan untuk memberi efek positif kepada para korban agar cepat pulih.

Penggunaan kata positif ini tidak hanya demi perkembangan diri sendiri, tapi juga untuk menjaga relasi dengan orang lain. Sering kali, hubungan baik selama bertahun-tahun hancur hanya gara-gara satu kalimat sederhana yang terucap kurang dari 5 detik. Sebuah pepatah China mengatakan, “Kata-kata manis dapat menghangatkan badan selama tiga musim dingin, sedangkan kata-kata kasar akan menyebabkan dingin yang menusuk pada musim panas.”

Jadi, mulailah mengubah mindset atau pola pikir, diawali dengan mengubah kata-kata. Ucapkan hal-hal positif untuk menarik hasil yang positif juga pada kemudian hari. Jika rumah Anda kecurian, jangan terus mengeluh dan berkata, “Aduh, saya kehilangan 20 juta. Habis sudah segala yang saya punya.” Keterpurukan itu wajar, tapi jangan terlalu lama. Segera katakan, “Wah, saya baru saja mendapat pelajaran senilai 20 juta. Saya harus memperoleh dua kali lipatnya bulan ini.” Jika tidak percaya, lakukan saja, lalu lihat apa yang terjadi.

[Dimuat di Majalah Podomoro City]

Advertisements