Tags

, ,

Ibukota Maluku ini telah lama terkenal sebagai kota kepulauan dengan sejuta pesona.

Kenangan manis akan terukir kala berwisata ke Ambon manise. Gunung yang menjulang dan hamparan laut yang tenang selalu terngiang-ngiang dalam pikiran. Kota Ambon memang memiliki potensi alam yang luar biasa. Didukung karakteristik fisik kota ini yang sebagian besar dikelilingi perairan dan teluk, seperti Laut Banda, Teluk Ambon, Teluk Dalam, dan Teluk Baguala, setiap sudut kota memancarkan objek wisata yang sayang jika dilewatkan begitu saja.

Perjalanan menyusuri pantai akan menjadi momen manis yang sangat khas. Pada setiap langkah terlihat laut Banda yang jernih, langit biru tanpa asap, embusan angin pantai, dan perahu kecil yang hilir-mudik dengan layar warna-warni.

Namun, kunjungan ke Ambon belum lengkap jika belum merasakan sensasi keindahan Pintu Kota. Pintu Kota adalah sebuah lubang persegi empat yang menerobos tebing karang hingga di kedua sisinya. Jika berdiri di pinggir pantai, kita dapat melihat laut secara langsung melalui lubang tersebut. Sementara, jika dilihat dari kejauhan, Pintu Kota tampak seperti gerbang batu yang berdiri kokoh menyambut kedatangan pelancong yang hendak singgah ke kota Ambon.

Lubang Pintu Kota dapat dinaiki menggunakan tangga beton yang dibangun oleh pemerintah setempat. Sesampainya di atas, keelokan laut dan kelucuan tingkah burung laut dapat dilihat dengan lebih jelas. Sesekali nelayan Ambon yang sedang bekerja akan menyapa ramah dari kejauhan. Keindahan ini tak turut pudar seiring terbenamnya matahari. Sebab, pada malam hari, kilatan sinar lampu kota dan kapal yang berlalu-lalang akan menghiasi suasana malam yang temaram.

Image

Kemilau Mutiara dan Wisata Sejarah

Selain menyimpan objek wisata yang amat memikat, Ambon juga dikenal karena mutiaranya. Kemilau mutiara Ambon sangat indah. Memberikan penghidupan bagi warga sekitar dan juga menambah kebanggaan Indonesia akan hasil alamnya.

Kota Ambon juga memiliki nilai sejarah dan budaya yang cukup tinggi. Salah satu simbol sejarah yang berdiri kokoh di Ambon adalah patung Martha Christina Tiahahu. Martha Tiahahu adalah seorang gadis desa yang bertempur melawan tentara kolonial dalam perang Pattimura. Ia tidak hanya mengangkat senjata, tapi juga memberi semangat kepada kaum wanita agar ikut berjuang melawan Belanda.

Selain itu, saksi sejarah lainnya adalah patung Pattimura yang berlokasi di Lapangan Merdeka. Patung ini memiliki filosofi dan makna yang tersirat dari setiap ukirannya. Misalnya tinggi monumen yang berukuran 15 meter menunjukkan tanggal perjuangan Pattimura saat melawan Belanda.

Benteng Amsterdam juga memiliki daya tarik tersendiri bagi para wisatawan. Benteng ini terletak di tepi pantai yang tenang dan permai. Keutuhan bangunannya menegaskan dominasi Belanda terhadap bangsa Indonesia, tapi cat yang mulai mengelupas menunjukkan kekagumannya pada perjuangan pahlawan bangsa yang tanpa henti dan tak kenal lelah.

Masih banyak lagi simbol historis yang menjulang di sepanjang jalan kota Ambon, seperti Tugu Trikora, puing-puing kapal Belanda, Monumen Jepang, dan Benteng Victoria. Setiap bangunan seolah ingin berkisah tentang kehebatan pahlawan-pahlawan bangsa dalam merebut kemerdekaan.

Sayang rasanya bila belum mengunjungi Ambon, kota permai di tepi pantai.

[Dimuat di Majalah Terrasse BRI Edisi VIII/2011]

Advertisements